Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tujuh golongan yang dinaungi Allah dalam naungan-Nya pada hari di mana tidak ada naungan kecuali naungan-Nya:
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
1. Imam yang adil,
2. Seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allah,
3. Seorang yang hatinya bergantung ke masjid,
4. Dua orang yang saling mencintai di jalan Allah, keduanya berkumpul karena-Nya dan berpisah karena-Nya,
5. Seorang laki-laki yang diajak berzina oleh seorang wanita yang mempunyai kedudukan lagi cantik, lalu ia berkata, ‘Aku benar-benar takut kepada Allah.’
6. Seseorang yang bersedekah dengan satu sedekah lalu ia menyembunyikannya sehingga tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan tangan kanannya, serta
7. Seseorang yang berdzikir kepada Allah dalam keadaan sepi lalu ia meneteskan air matanya.” (HR. Bukhari, no. 1423 dan Muslim, no. 1031).
ㅤㅤㅤㅤㅤㅤ
Category: teman
Tak Khawatir Diblokir Teman Karena Mencari Ridha Allah
Tak Khawatir Diblokir Teman Karena Mencari Ridha Allah
Dari Abu Umamah al-Bahili رضي الله تعالىٰ عنه,
Ia berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya Allah تبارك وتعالىٰ, para malaikat-Nya serta semua penduduk langit dan bumi, bahkan semut yang ada di dalam sarangnya, sampai ikan yang ada di dalam air bershalawat (mendo’akan dan memintakan ampun) untuk orang yang mengerjakan kebaikan kepada manusia.”
(Shahiih, HR. At-Tirmidzi, no. 2685, Shahiih At-Targhiib wa Tarhiib, I/36, Shahiih Al-Jaami’, no. 1883)
.
Dari Abu Mas’ud ‘Uqbah bin ‘Amir al-Anshari رضي الله تعالىٰ عنه, ia berkata,
Rasulullah ﷺ bersabda,
“Barangsiapa menunjukkan kepada kebaikan (petunjuk), maka baginya pahala seperti orang yang mengerjakannya.”
(Shahiih, HR. Muslim, no. 1893)
.
Nasihat dari seorang ‘ulamaa besar bagi yang menganggap orang yang menyebarkan kebaikan berupa nasihat dijalan Allah سبحانه و تعالىٰ dianggap sok ngustadz.
.
Al-Imam Hasan Al Bashri رحمه الله تعالىٰ berkata,
“Wahai manusia, sesungguhnya aku tengah menasihati kalian, dan bukan berarti aku orang yang terbaik di antara kalian, bukan pula orang yang paling shalih di antara kalian. Sungguh, akupun telah banyak melampaui batas terhadap diriku. Aku tidak sanggup mengekangnya dengan sempurna, tidak pula membawanya sesuai dengan kewajiban dalam menaati Rabb. Andaikata seorang muslim tidak memberi nasihat kepada saudaranya kecuali setelah dirinya menjadi orang yang sempurna (tidak pernah berbuat dosa dan maksiat), niscaya tidak akan ada para pemberi nasihat.”
(Mawai’zh lilImam, Al-Hasan Al-Bashri, hal. 185)
.
Semoga Allah تبارك وتعالىٰ memberikan hidayah dan taufiq.
