Stop Ghibah

Asy-Syeikh Ahmad bin Abubakar Basya’ban Ra bertanya:

“Tentang menggunjing keburukan orang lain, yang menurut Islam dinilai lebih berat dari tiga puluh kali berbuat zina. Padahal menggunjing keburukan orang lain tidak termasuk dalam salah satu dosa besar sebagaimana perbuatan zina.”

   Al-‘Allamah Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad Ra menjawab: “Secara lahiriyah, perbuatan menggunjing kesalahan orang lain tidak sekeji perbuatan zina yang dapat mengacaukan jalur keturunan manusia dan menimbulkan kerusakan-kerusakan lainnya.

   Akan tetapi yang menyebabkan perbuatan zina hanyalah rangsangan nafsu seks, seperti yang ada pada binatang. Namun yang menimbulkan perbuatan menggunjing kesalahan orang lain adalah rasa dengki dan hasud kepada seorang Muslim, padahal perbuatan itu termasuk perbuatan setan yang kejelekannya tiga puluh kali lebih buruk dari kejelekan binatang, sebagaimana yang telah disebutkan dalam sebuah hadits.

   Di lain riwayat disebutkan, menggunjing kesalahan orang lain, nilainya lebih berat dari berzina, karena perbuatan itu merusak hak asasi manusia.

   Padahal menurut sebuah riwayat dikatakan, menganiaya seorang hamba satu kali dapat diambil daripadanya tujuh ratus pahala shalat yang diterima dan menganiaya hak-hak orang lain termasuk perbuatan yang pasti akan dituntut di persidangan Allah SWT.”

ﻭَٱللّٰهُ أَﻋْﻠَﻢُ بِٱﻟﺼَّﻮَٱﺏِ
.
[ an-Nafaais al-‘Uluwiyyah Fi al-Masaail ash Shuufiyah’ lil Al-Imam Al-Qutub Al-Habib Abdullah bin Alawi Al-Haddad]

Bila Allah Sudah Tidak Menghendaki Kita Lagi

BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI
Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.
Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta…..
Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan…..
Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan…..
Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta’alla  dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah…..
sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati…..
Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah……….
Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah…..
Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita…..
Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita…..
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah…..
Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita…..
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah…..
Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan…..
Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain  bergelimang harta, tahta dan Wanita. Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota…..
Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al’Quran sebulan dua kali…..
kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur’an…..
Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam…..
Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah…..
Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah……
Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin,
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita…..
maka panggilan Illahi makin bertambah dekat…
Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat……….
Sesungguhnya
MATI itu PASTI….
ALAM KUBUR itu BENAR, 
HISAB itu BENAR, 
MAHSYAR ALLAH itu BENAR,
SYURGA dan NERAKA itu BENAR…….
Penyesalan itu selalu terlambat…….
Menunda Taubat menunggu usia Tua…..
Itupun kalau masih sempat….
Sebab syarat MATI gak harus tua, gak harus sakit…..
Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga serendah rendahnya 10x dunia beserta isinya
Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik…..???
Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya…..
آمـــــين يا ربّ العالمــين

Bila Allah Sudah Tidak Menghendaki Kita Lagi

BILA ALLAH TIDAK MENGHENDAKI KITA LAGI

Allah akan sibukkan kita dengan urusan dunia.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan anak-anak.

Allah akan sibukkan kita dengan urusan menjalankan perniagaan dan harta…..

Allah akan sibukkan kita dengan urusan mengejar karir, pangkat dan jabatan…..

Alangkah ruginya karena kesemuanya itu akan kita tinggalkan…..

Sekiranya kita mampu bertanya pada orang-orang yang telah pergi terlebih dulu menemui Allah Subhana Wa Ta’alla  dan jika mereka diberi peluang untuk hidup sekali lagi,
Tentu mereka akan memilih untuk memperbanyak amal ibadah…..

sudah semestinya mereka memilih tidak lagi akan bertarung mati-matian untuk merebut dunia, yang sudah jelas-jelas tidak bisa dibawa mati…..

Karena tujuan kita diciptakan adalah untuk menyembah Allah, beramal dan beribadah kepada Allah……….

Kita mungkin cemburu apabila melihat orang lain lebih dari kita, dari segi gaji, pangkat, harta, jabatan, rumah besar, mobil mewah…..

Kenapa kita tidak pernah cemburu melihat ilmu agama orang lain lebih dari kita…..

Kita tidak pernah cemburu melihat orang lain lebih banyak amalan dari kita…..

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain bangun di sepertiga malam, sholat tahajud dan bermunajat kepada Allah…..

Kita tidak pernah cemburu apabila melihat orang lain setiap hari sholat subuh berjamaah di masjid dekat rumah kita…..

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain ganti kendaraan dengan yang lebih mewah…..

Kita cemburu apabila melihat orang lain bisa setiap tahun liburan…..

Kita hanya cemburu apabila melihat orang lain  bergelimang harta, tahta dan Wanita. Cemburu karena dia bisa jadi gubernur, bupati ataupun Walikota…..

Tetapi jarang kita cemburu apabila melihat orang lain yang bisa khatam Al’Quran sebulan dua kali…..

kita jarang cemburu apabila melihat mualaf yang Faham isi AlQur’an…..

Kita jarang cemburu apabila melihat orang lain berbuat untuk menegakkan Akidah Islam…..

Kita jarang cemburu kepada orang yang berjihad di jalan Allah…..

Kita jarang cemburu kepada orang yang mewakafkan dirinya dan semua Hartanya dijalan Allah……

Setiap kali menyambut hari ulang tahun, kita sibuk mau merayakan sebaik mungkin,
tetapi kita telah lupa dengan bertambahnya umur kita…..
maka panggilan Illahi makin bertambah dekat…

Kita patut bermuhasabah mengenai persiapan ke satu perjalanan yang jauh, yang tidak akan kembali untuk selama-lamanya. Karena Hidup di dunia menentukan kehidupan yg kekal nanti di akhirat……….

Sesungguhnya

MATI itu PASTI….

ALAM KUBUR itu BENAR, 

HISAB itu BENAR, 

MAHSYAR ALLAH itu BENAR,

SYURGA dan NERAKA itu BENAR…….

Penyesalan itu selalu terlambat…….
Menunda Taubat menunggu usia Tua…..
Itupun kalau masih sempat….
Sebab syarat MATI gak harus tua, gak harus sakit…..

Penyelesaian masalah hidup adalah melalui iman dan amal.
Iman sebesar zarrah pun, Allah muliakan dgn syurga serendah rendahnya 10x dunia beserta isinya

Lalu mengapa kita tak mau menambah bekal hidup kita dengan Iman, Ibadah dan Amalan baik…..???

Mudah-mudahan hidup kita selamat di dunia dan Akhirat dan selalu bermanfaat untuk Ummat dan kita termasuk orang-orang yang Allah ridhoi, untuk masuk ke syurgaNya…..

آمـــــين يا ربّ العالمــين

Muslimah Cantik Indonesia

Kecantikan dimaknai dengan keanggunan, kehalusan dan keelokan.
Ada juga yang mengartikan kecantikan dalam kasad mata yaitu hal yang indah yang dapat membuat seseorang menjadi suka dan mencintai. Setiap wanita pasti tak lepas dari keinginan untuk selalu terlihat cantik. Namun apakah makna dari cantik itu sebenarnya ?
Kecantikan tidak hanya di berikan kepada manusia saja tetapi kepada segala sesuatu di alam semesta ini dari ciptaan ALLAH yang indah termasuk di dalamnya hewan dan tumbuhan.
 
Cantik dalam perspektif Islam tentu berbeda dengan cantik dalam perspektif pandangan manusia. Islam mengenal cantik lahiriah pun juga bathiniah. Namun dalam Islam, tidak ada artinya cantik lahiriah dibanding dengan cantik bathiniah.
Kecantikan lahiriah atau hiasan haruslah di dahului dengan kecantikan ”Khairaat” agar kita selaku wanita tahu bahwa seorang wanita yang baik adalah wanita yang memiliki kecantikan sifat dan akhlak lebih baik daripada wanita yang memiliki kecantikan fisik dan rupa semata. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa dalam Al Qur’an, ALLAH tidak memberikan patokan khusus pada kecantikan fisik dan rupa bagi wanita.
Seperti pada Hadits Rasulullah berikut ini: ”Sesungguhnya ALLAH tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tapi ia melihat hati dan amal kalian.” (HR.Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)
Jadi wanita, tak usah risau. Kecantikan fisik hanya sesaat akan habis dimakan usia. Kecantikan fisik tak bisa memancarkan kecantikan hati. Namun, kecantikan hati lah yang dapat memancarkan kecantikan fisik. Jika wanita diluar sana sibuk mempercantik fisik mereka dengan perawatan yang amat mahal, adapun untuk dirimu sibuklah mempercantik hati mu dengan akhlak mulia yang hanya orang-orang tertentu yang dapat memilikinya. Jadilah wanita cantik yang dibalut karena keshalihan mu.
”Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhisannya adalah wanita shalihah.” (HR.Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai)

Muslimah Cantik Indonesia

Kecantikan dimaknai dengan keanggunan, kehalusan dan keelokan.
Ada juga yang mengartikan kecantikan dalam kasad mata yaitu hal yang indah yang dapat membuat seseorang menjadi suka dan mencintai. Setiap wanita pasti tak lepas dari keinginan untuk selalu terlihat cantik. Namun apakah makna dari cantik itu sebenarnya ?

Kecantikan tidak hanya di berikan kepada manusia saja tetapi kepada segala sesuatu di alam semesta ini dari ciptaan ALLAH yang indah termasuk di dalamnya hewan dan tumbuhan.
Cantik dalam perspektif Islam tentu berbeda dengan cantik dalam perspektif pandangan manusia. Islam mengenal cantik lahiriah pun juga bathiniah. Namun dalam Islam, tidak ada artinya cantik lahiriah dibanding dengan cantik bathiniah.
Kecantikan lahiriah atau hiasan haruslah di dahului dengan kecantikan ”Khairaat” agar kita selaku wanita tahu bahwa seorang wanita yang baik adalah wanita yang memiliki kecantikan sifat dan akhlak lebih baik daripada wanita yang memiliki kecantikan fisik dan rupa semata. Secara ringkas dapat dikatakan bahwa dalam Al Qur’an, ALLAH tidak memberikan patokan khusus pada kecantikan fisik dan rupa bagi wanita.

Seperti pada Hadits Rasulullah berikut ini: ”Sesungguhnya ALLAH tidak melihat kepada bentuk rupa dan harta kalian, tapi ia melihat hati dan amal kalian.” (HR.Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah)

Jadi wanita, tak usah risau. Kecantikan fisik hanya sesaat akan habis dimakan usia. Kecantikan fisik tak bisa memancarkan kecantikan hati. Namun, kecantikan hati lah yang dapat memancarkan kecantikan fisik. Jika wanita diluar sana sibuk mempercantik fisik mereka dengan perawatan yang amat mahal, adapun untuk dirimu sibuklah mempercantik hati mu dengan akhlak mulia yang hanya orang-orang tertentu yang dapat memilikinya. Jadilah wanita cantik yang dibalut karena keshalihan mu.
”Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhisannya adalah wanita shalihah.” (HR.Muslim, Ibnu Majah dan An Nasai)

Meremehkan Sholat

“Setiap orang yang meremehkan perkara shalat, berarti telah meremehkan agama. Seseorang memiliki bagian dalam Islam sebanding dengan penjagaannya terhadap shalat lima waktu. Seseorang yang dikatakan semangat dalam Islam adalah orang yang betul-betul memperhatikan shalat lima waktu. Kenalilah dirimu, wahai hamba Allah. Waspadalah! Janganlah engkau menemui Allah, sedangkan engkau tidak memiliki bagian dalam Islam. Kadar Islam dalam hatimu, sesuai dengan kadar shalat dalam hatimu.“
.
(Imam Ahmad, dalam “Ash Shalah wa Hukmu Tarikiha”, Ibnul Qayyim)
.

Menanggapi Acara Karma ANTV

Acara KARMA di ANTV 100% Merusak Aqidah, Jangan ditonton!
edisi khusus hukum keharaman tukang ramal.
Bismillaah,
Dalam acara televisi tersebut ada 31 peserta yg duduk di kursi nomor 1 sampai 31 sesuai tanggal lahirnya dan setiap peserta tersebut memiliki jenis gangguan ghaib dan kisah kehidupan keluarga yg berbeda-beda juga. Semua peserta akan diramal oleh R*y K*y*s*i (Namanya saya samarkan menjadi RK) dan RK akan meramal mereka dengan melihat raut wajah dan auranya, kemudian RK akan membuat coretan-coretan gambar, tanggal dan tulisan, kemudian RK menganalisanya serta mencoba mengobati mereka dan memberikan solusi untuk keluar dari gangguan ghaib tersebut. Jangan sekali-kali takjub terhadap ramalan RK karena itu bukanlah indera keenam atau keistimewaan tertentu melainkan itu adalah sebuah penyakit yang disebabkan dari jin syaithan yg bersembunyi di mata, hati dan fikirannya yg membantu proses ramalannya tersebut. Terkadang ada juga salah satu pesertanya yg kesurupan, ini juga hal yg biasa  karena suasananya memang prosesi ramalan yg telah Allah haramkan sehingga jin syaithan yg ada di sekitar ruangan atau yg ada di dalam tubuh salah satu pesertanya itu betah dan senang berada di acara tersebut.
Dari sinilah saya mengajak kepada para pembaca agar tidak mengikuti acara tersebut apakah di televisi atau di YouTube karena dapat merusak aqidah anda sendiri. Ramalan saja sudah diharamkan, apalagi menjadi peramal, atau mempercayai ramalan mereka.
Berikut hukumnya dalam syari’at Islam:
Mendatangi dengan membenarkan tukang ramal dalam segala hal dengan keyakinan bahwa tukang ramal itu mengetahuinya dengan sendirinya, bukan syaithan yang mengabarkannya maka yg seperti ini dihukumi kafir (keluar dari Islam). Karena mengetahui hal ghaib secara khusus hanya Allah yang Mengetahuinya, Allah Ta’ala berfirman: ”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” (Surat Al- An’am ayat 59). “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”
(HR. Ahmad no. 9532)

Menanggapi Acara Karma ANTV

Acara KARMA di ANTV 100% Merusak Aqidah, Jangan ditonton!

edisi khusus hukum keharaman tukang ramal.

Bismillaah,
Dalam acara televisi tersebut ada 31 peserta yg duduk di kursi nomor 1 sampai 31 sesuai tanggal lahirnya dan setiap peserta tersebut memiliki jenis gangguan ghaib dan kisah kehidupan keluarga yg berbeda-beda juga. Semua peserta akan diramal oleh R*y K*y*s*i (Namanya saya samarkan menjadi RK) dan RK akan meramal mereka dengan melihat raut wajah dan auranya, kemudian RK akan membuat coretan-coretan gambar, tanggal dan tulisan, kemudian RK menganalisanya serta mencoba mengobati mereka dan memberikan solusi untuk keluar dari gangguan ghaib tersebut. Jangan sekali-kali takjub terhadap ramalan RK karena itu bukanlah indera keenam atau keistimewaan tertentu melainkan itu adalah sebuah penyakit yang disebabkan dari jin syaithan yg bersembunyi di mata, hati dan fikirannya yg membantu proses ramalannya tersebut. Terkadang ada juga salah satu pesertanya yg kesurupan, ini juga hal yg biasa  karena suasananya memang prosesi ramalan yg telah Allah haramkan sehingga jin syaithan yg ada di sekitar ruangan atau yg ada di dalam tubuh salah satu pesertanya itu betah dan senang berada di acara tersebut.

Dari sinilah saya mengajak kepada para pembaca agar tidak mengikuti acara tersebut apakah di televisi atau di YouTube karena dapat merusak aqidah anda sendiri. Ramalan saja sudah diharamkan, apalagi menjadi peramal, atau mempercayai ramalan mereka.

Berikut hukumnya dalam syari’at Islam:

Mendatangi dengan membenarkan tukang ramal dalam segala hal dengan keyakinan bahwa tukang ramal itu mengetahuinya dengan sendirinya, bukan syaithan yang mengabarkannya maka yg seperti ini dihukumi kafir (keluar dari Islam). Karena mengetahui hal ghaib secara khusus hanya Allah yang Mengetahuinya, Allah Ta’ala berfirman: ”Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri” (Surat Al- An’am ayat 59). “Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah diturunkan pada Muhammad.”

(HR. Ahmad no. 9532)

Senyum Adalah Ibadah • Muslimah Cantik Indonesia

Senyum Adalah Ibadah • Muslimah Cantik Indonesia

Sungguh mulia agama kita ini. Bahkan hal yang sangat ringan, mudah dan sederhana ini
bisa bernilai ibadah di dalam Islam. Senyum mungkin urusan yang kecil dan ringan, akan
tetapi bisa memberikan implikasi yang luar biasa besar: mengeratkan persaudaraan,
menghangatkan suasana dan menularkan kebahagiaan.

Dan, Rosululloh Saw. adalah sosok yang sangat mengajarkan tersenyum dan paling baik
senyumannya. Abdulloh bin Al Harits bin Jaz’i pernah mengatakan, “Aku tidak pernah
melihat seseorang yang paling banyak senyumannya selain Rosululloh sholallahu ‘alaihi
wasallam.” (HR. Tirmidzi)

Ta’aruf Dulu Atau Khitbah Dulu?

Bismillah
.
Ta’aruf dulu atau khitbah dulu?

Kalau yang saya ambil sih, khitbah dulu baru ta’ruf, walau kalau ada yang berpendapat yang lain juga ya silakan saja.

Kenapa khitbah dulu? Karena sebelum ta’aruf seyogyanya orangtua wanita (wali) mengetahui terlebih dulu, dan jelas dulu kapan tanggal pernikahannya, sehingga proses perkenalan (ta’aruf) nya bukan backstreet, atau bahkan tanpa sepengetahuan orangtua wanita.
Lah kan berabe kalau sudah deket, sudah cocok, sudah demen, tiba-tiba pas khitbah ORANGTUANYA NGGAK MAU, nah kasus deh

Jadi lebih baik dari awal. Khitbah dulu, jelasin maksud kenpa mau ta’aruf, yaitu mau nikah, kapan waktunya, apa yang diinginkan wali wanitanya, setelah itu tinggal ta’aruf deh

Lha kalau sudah ta’aruf, terus nggak jadi nikah gimana? Ya nggak papa, kan terhormat, kamu belum apa-apain dan diapa-apain kayak yang pacaran itu kan. Kamu suci, dia juga. Biasa kok kalau sudah ta’aruf lalu nggak cocok lalu nggak jadi

Nah, makanya ta’arufnya jangan kelamaan, dan jangan main perasaan. Sudah khitbah dan lagi ta’aruf bukan berarti boleh telpon-telponan ria, sms-sms yang gak perlu, apalagi ngerayu-rayu, panggil say-beb-cin-yang, ya itu namanya khlawat juga, terbuai-buai, itu nggak perlu

Berapa lama batas waktu ta’aruf ? Nggak ada batesan sih, tapi lebih cepet lebih bagus, makin lama makin kemungkinan baper dan maksiat. Yaa, 3-6 bulan cukup banget lah, gak usah pake lama. Kalo lama-lama itu bukan kenalan tapi kredit rumah

Inget ya, khitbah-ta’aruf bukan modus booking. Kemarin ada yang ta’aruf tapi masih SMP, niat nikahnya kalau sudah lulus kuliah. Ampun deh, jelas-jelas itu modus, nggak serius, nggak bener. Dan jelas walinya nggak tau.
.
.
.
📍Kesimpulan, Khitbah dan ta’aruf itu ya memang untuk yang siap. Yang belum siap jangan coba-coba, malah jadi modus kemaksiatan nantinya !!! 📍

Terus gimana caranya supaya khitbah-ta’arufnya bisa mulus? Yaa, seperti biasa, bersambung lagi.. Hahaha..

➡️ Ustadz Felix Siauw
.
.