Haji Untuk Ibu

dari Al Fadhl bin Abbas bahwa ia pernah membonceng Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kemudian datang kepadanya seorang laki-laki seraya berkata; “Wahai Rasulullah, ibuku adalah orang yang tua renta, jika saya menggendongnya ia tidak dapat berpegangan, dan jika saya mengikatnya saya khawatir membunuhnya. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Bagaimana pendapatmu seandainya ibumu memiliki hutang, apakah engkau akan membayarnya?” Orang tersebut berkata; “Iya”. Maka beliau bersabda: “Maka lakukanlah haji untuk ibumu.”

– HR. Nasa’i

Bolehnya Umrah Di Bulan Haji

dari Ibnu Abbas radliallahu ‘anhuma, ia berkata;

Orang-orang jahiliyah menganggap bahwa umrah di bulan-bulan haji merupakan perbuatan yang paling keji di muka bumi.

Dan mereka juga menganggap bulan Muharram sama dengan bulan Shafar. Mereka mengatakan, “Apabila jama’ah haji sudah bubar (pulang), dan bulan shafar telah berlalu, maka baru boleh melakukan umrah (sunnah) bagi orang yang melakukan umrah wajib.

Lalu pada bagi hari yang keempat, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam datang dengan para sahabatnya (dalam bulan-bulan haji) untuk berihram haji, tetapi kemudian beliau menyuruh para sahabat agar menjadikan ihram tersebut sebagai umrah, sehingga hal itu sangat penting bagi mereka.

Mereka bertanya, “Wahai Rasulullah, nanti kita bertahallul apa?” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjawab: “Tahallul keseluruhan.”

(HR. Muslim)

IG : @islam_nasehat
Blog : http://www.islam-nasehat.tk

Haji Kecil

Telah menceritakan kepada kami ‘Abdurrahman bin Yunus telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma’il dari Muhammad bin Yusuf dari As-Sa’ib bin Yazid berkata:

“Aku diajak menunaikan haji bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam padahal saat itu usiaku baru tujuh tahun”.

(HR. Bukhari)